Rabu, 11 Februari 2015

Media Cetak : BALIHO (BILLBOARD)



PENGERTIAN
Baliho (billboard) adalah suatu papan berukuran besra, berisi pesan atau informasi gambar dan kata-kata dipasang di tempat terbuka agar dapat terlihat oleh masyarakat luas.

TUJUAN

a.       Untuk memberitahu tentang sesuatu hal baru atau tentang suatu acara / kegiatan
b.      Untuk mengingatkan tentang suatu kegiatan, suatu peristiwa atau suatu program
c.       Untuk ajakan berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang berkaitan dengan pertanian, sehingga tergugah perasaan dan tumbuh partisifasi dalam menyukseskan program

SASARAN
Masyarakat Umum

KEUNGGULAN
v  Dapat terlihat dengan jelas dari jarak jauh
v  Mampu menjangkau sasaran luas dalam waktu singkat
v  Dapat menumbuhkan rasa kagum dan kebanggaan


KELEMAHAN
v  Diperlukan keahlian untuk membuatnya
v  Biayanya besar
STANDAR TEKNIS
·         BAHAN
-        Papan, multiplex, seng atau kain tebal yang kuat bila dibetangkan
·         UKURAN
-        Minimal 1,2 x 2,4 meter
·         ISI
-        Satu tulian atau tulisan yang dominan dengan sedikit gambar
-        Tulisan dapat terbaca dari jarak jauh ( 25-30 m).
PENGGUNAAN
Dipasang ditepi jalan, di persimpangan atau di lapagan upacara bila ada acara. Pemasangan ditempat umum, harus ada ijin dari pihak-pihak yang berwenang.
(Standar Teknis Media Penyuluhan Pertanian, BPPSDM,Kementan)

MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN



Media Penyuluhan Pertanian adalah segala bentuk benda yang berisi pesan atau informasi yang dapat membantu kegiatan peyuluhan pertanian. Media penyuluhan pertanian berguna untuk mengefektifkan komunikasi antara sumber informasi dan peneima informasi.
Dalam kegiatan penyuluhan, penyampaian informasi dengan kata-kata tidak selalu dapat dimengerti, diperlukan media untuk membantunya.
Media Penyuluhan Pertanian disebut juga sebagai alat bantu penyuluhan pertanian yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa dan dicium dengan maksud untuk memperlancar komunikasi.
Landasan teoritis pentingnya penggunaan media penyuluhan pertanian adalah :
1.      Peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku petani merupakan hasil suatu proses belajar dalam kegiatan penyuluhan pertanian, yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh efektivitas media penyuluhan pertanian.
2.      Efektivitas penggunaan media penyuluhan pertanian sangat ditentukan oleh banyaknya indera penerimaan yang terlibat. Semakin banyak indera yang digunakan, penyampaian pesan penyuluhan pertanian semakin mudah dimengerti.
Table dibawah ini menunjukkan perbedaan penerimaan materi penyuluhan dengan menggunakan berbagai indera.


Cara Penerimaan
Informasi yang diingat setelah 3 hari
-        Hanya mendengar
-        Hanya melihat
-        Mendengar dan melihat
-        Mendengar, melihat dan mengerjakan
10%
20%
40%
70%

Ada beberbagai penggolongan media penyuluhan, salah satunya yang didasarkan pada bentuk fisiknya :
1.    Media cetak
2.    Media foto
3.    Media slide dan film
4.    Media rekaman
5.    Media peraga
6.    Media internet
Masing-masing golongan itu mempunyai keunggulan dan kelemahan serta karakteristik yang berbeda.
Manfaat media penyuluhan pertanian, antara lain :
1.    Menghindarkan salah tafsir ( salah pengertian)
2.    Memberi  informasi yang lebih jelas, lebih mudah ditangkap dan lebih mudah diingat.
3.    Membangkitkan keinginan, minat, motivasi serta rangsangan untuk mengadofsi pesan yang disampaikan .
4.    Membantu memusatkan perhatian, meningktakan pengertian dan pemahaman pesan yang disampaikan.
5.    Membantu keberhasilan penyuluhan pertanian  dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani.

Selasa, 11 November 2014

Pengendalian Terpadu Penyakit Kudis (Sphaceloma batatas Saw.) pada Ubijalar

Ubijalar merupakan tanaman pangan kelompok umbi-umbian ke dua setelah ubikayu. Selain karbohidrat, ubijalar banyak mengandung vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebagaimana tanaman lain, terdapat lebih kurang 20 patogen jamur, bakteri dan virus yang menyerang pertanaman ubijalar di lapang maupun pada umbi dalam simpanan. Diantara penyakit-penyakit tersebut, salah satu penyakit yang penting adalah penyakit kudis yang disebabkan oleh jamur  Sphaceloma batatas Saw. Di Indonesia penyakit kudis tersebar di sentra produksi ubijalar di Jawa, Bali, Sumatera dan Papua. Kehilangan hasil akibat penyakit kudis bervariasi tergantung varietas yang ditanam, umur tanaman saat terinfeksi, dan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan penyakit di lapang.

Gambar 1. A. Gejala kudis pada tulang daun, B. Gejala kudis pada tangkai daun dan batang, C. Gejala kudis pada tunas

Gejala karakteristik penyakit ini adalah berupa luka kecil seperti kudis yang berwarna coklat pada daun, tangkai daun dan batang. Luka seperti kudis pada daun umumnya terdapat sepanjang tulang daun. Pada tangkai daun dan batang, ukuran luka lebih panjang dibandingkan kudis pada daun. Di lapang, infeksi terutama terjadi pada saat daun masih muda dimulai dengan gejala awal berupa bercak klorotik, yang pada akhirnya berkembang menjadi luka berbentuk bulat oval. Adanya luka pada tulang daun mengakibatkan pertumbuhan daun menjadi tidak normal, ukuran daun mengecil dan berkerut. Tangkai daun menjadi lebih pendek dibandingkan pada kondisi normal dan memutar. Gejala khas lainnya adalah tunas tumbuh tegak sehingga adanya serangan penyakit kudis tersebut dapat diketahui secara cepat dari kejauhan. Pada kultivar yang rentan, misal varietas lokal IR-Melati titik tumbuh mati, sebaliknya pada varietas yang tahan (Sari) infeksi hanya terjadi pada tangkai daun bagian atas, dan tulang daun bagian bawah.

Diunggah ulang dari sumber asal : Balitkabi Jl. Raya Kendalpayak km 8, PO Box 66 Malang 65101, Indonesia

 Baca Juga :
- Hidroponik
- Menjaga Kwalitas Rimpang Temulawak