Rabu, 15 Mei 2013

BUAH MELON



Buah melon dapat dipanen sepanjang tahun dan dipanen pada tingkat kematangan yang cukup. Buah melon harus dipanen setelah tua benar karena buah tidak akan matang bila diperam. Tingkat kematangan akan berpengaruh terhadap rasa dan aroma. Sebaliknya bila terlambat, buah akan cepat busuk. Waktu panen dapat ditentukan dengan mengamati penampakan fisik buah dan umur tanam. Pada melon berdaging putih, panen dilakukan pada umur 35 hari setelah pembungaan, sedangkan pada melon berdaging merah pada umur 40 hari setelah pembungaan. Melon yang sudah matang ditandai dengan jaring atau net di kulit buah telah terbentuk sempurna, tebal dan merata; ada retakan di pangkal tangkai buah; warna kulit buah berubah misalnya dari hijau tua menjadi kekuningan; kulit buah terasa halus atau tidak berbulu; muncul aroma yang khas dan tangkai buah berwarna kekuningan.
PEMETIKAN BUAH,
Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara jam 08.00 - 11.00. Dalam satu hamparan panen dilaksanakan secara bertahap, maksimum dua kali seminggu dengan selang waktu 2- 3 hari. Panen pertama diperioritaskan untuk buah yang sudah benar-benar siap panen, sedangkan sisanya dipanen pada tahap berikutnya. Buah yang dipetik sebaiknya mengikut sertakan tangkainya agar buah tidak mudah busuk. Pemetikan buah menggunakan pisau atau gunting. Caranya dengan memotong tangkai buah secara hati-hati agar buah tidak rusak atau membentuk huruf T. Buah saat diletakkan, dimiringkan agar getah tidak menetes di buah. Buah yang telah dipanen dikumpulkan di dalam keranjang yang diberi alas. Buah ditumpuk secara hati-hati, maksimum 7 susun. Setiap susunan dilapisi jerami, kertas atau koran bekas untuk menghindari kerusakan kulit buah. Selesai panen, buah secepatnya dipindahkan ke tempat penampungan. Kemudian tanaman melon yang sudah dipanen dibongkar lalu dibuang ditempat yang jauh dari areal pemanenan.
SORTASI DAN GRADING (PENGKELASAN BUAH)
Buah disortir di tempat penampungan buah. Pilih buah melon yang mulus, jaringan tebal dan merata, bentuknya normal, tidak terserang penyakit, tidak ada cacat fisik ataupun mikrobiologis, tidak ada noda getah, tidak ada bintik-bintik kehitaman, tidak ada noda kudis (scab) dan tidak ada luka memar. Setelah buah disortir, buah ditimbang untuk mengklaskan (grade) berdasarkan berat buah dan penampakan fisik . Dari sortasi dan grade dapat ditentukan melon kelas A, B dan C. Kelas buah melon berdasarkan berat buah :
- Kelas A berat > 1,5 dan jaring berbentuk sempurna
- Kelas B berat 1 - 1,5 kg dan jaring terbentuk sekitar 70 %
- Kelas C berat < 1 kg, buah muda, terlalu matang, memar, cacat dan diluar kelas (off-grade), jaring sedikit atau tidak ada sama sekali.
Apabila melon akan dipasarkan ke pasar swalayan, restoran atau hotel, pengklasan/grade dapat ditentukan oleh pihak pembeli.
Saat menyortir , gunakan sarung tangan dari kain rajut atau katun agar tidak mengotori dan merusak buah. Bersihkan buah yang sudah ditimbang dan tempelkan stiker sehingga buah siap dikemas.
PENGEMASAN BUAH
Buah dimasukkan kedalam kemasan yang terbuat dari karton. Kemasan sebaiknya mempunyai sekat dan lubang ventilasi . Setiap lapis diberi alas potongan-potongan kertas agar buah tidak memar atau luka. Pada saat pengiriman, sebelum karton ditutup, beri potongan-potongan kertas. Selain menggunakan kertas karton, buah bisa dikemas satu persatu menggunakan jaring atau net plastik.
Satu kemasan berisi buah dengan kelas yang sama, kemasan harus bersih dan bebas dari benda asing. Setiap kemasan harus diberi label yang menerangkan identifikasi produk (nama, asal, kode produsen), asal produk (nama varietas), daerah asal dan spesifikasi komersial (kelas, ukuran minimum dan maksimum, kode, jumlah buah)
PENYIMPANAN BUAH,
Buah melon yang dijual untuk kebutuhan pasar dalam negeri memerlukan gudang penyimpanan, syaratnya gudang harus bersih, kering, bebas hama dan sirkulasi udara lancar Buah ditata rapi, maksimum tujuh lapis dan setiap lapis diberi alas jerami, kertas atau koran bekas. Buah disimpan tidak lebih dari seminggu.
Penyimpanan buah untuk pengiriman jarak jauh (ekspor) membutuhkan gudang penyimpanan yang memiliki sistem pendingin dan sistem kontrol atmosfir yaitu konsentrasi oksigen < 8 %, konsentrasi CO2 > 2 %, kelembaban udara > 80 % dan suhu 13 - 15 derajat Celsius. Dalam kondisi tersebut, keseragaman buah melon dapat dipertahankan selama 21 - 30 hari setelah petik.
Ditulis kembali oleh Asia (Penyuluh BPPSDMP)
Sumber informasi :
-Standar Prosedur Operasional (SPO) Melon kabupaten Pekalongan, Klaten, Banyuwangi, Sragen. Direktorat Budidaya Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Hortikultura 2009.
-Bertanam Melon. Setiadi dan Parimin SP. Penebar Swadaya Jakarta 2001.

Baca Juga :

1 komentar:

Unknown mengatakan...

apakah ada Sekolah lapang budidaya melon? Di tempat saya plosokidul, belum ada yg tanam melon