Senin, 26 Oktober 2015

Cybex Day with BPP

BPP Pare
Wisata Petik Strawberry Lereng Gunung Kelud


Bertempat di lereng Gunung Kelud, tepatnya di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri area wisata ini terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Petugas Lingkup Pertanian Kecamatan Pare mengunjungi area wisata ini pada hari Kamis, 8 Oktober 2015. Dengan di pandu dan didampingi oleh salah seorang PPL dari BPP Kecamatan Ngancar, melihat-lihat secara langsung pengembangan kebun bibit dan buah strawberry dilahan Bapak Sarianto yang juga memiliki usaha pembuatan jamu instan.
Wisata Petik Strawberry di Kecamatan Ngancar sangatlah menyenangkan dan bisa dijadikan referensi tempat kunjungan wisata keluarga. Selain Wisata Petik milik Bapak Sarianto, melihat juga tempat yang lain diantaranya milik KWT "Kitri Lestari" Desa Sugihwaras yang dikembangkan melalui program KRPL.... More

BPP GROGOL
Budidaya Kedelai di Grogol


Syarat Tumbuh
  1. Tanah
    • Tanaman kedele dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik serta air yang cukup selama pertumbuhan tanaman.
    • Tanaman kedele dapat tumbuh baik pada tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol atau andosol. Pada tanah yang kurang subur (miskin unsur hara) dan jenis tanah podsolik merah-kuning, perlu diberi pupuk organik dan pengapuran.
  2. Iklim
    Kedele dapat tumbuh subur pada :
    • curah hujan optimal 100-200 mm/bulan. 
    • Temperatur 25-27 derajat Celcius dengan penyinaran penuh minimal 10 jam/hari. 
    • Tinggi tempat dari permukaan laut 0-900 m, dengan ketinggian optimal sekitar 600 m. 
  3. Air
    Curah hujan yang cukup selama pertumbuhan dan berkurang saat pembungaan dan menjelang pemasakan biji akan meningkatkan hasil kedele. 

KONDISI BIOFISIK GROGOL

Tanah di Kecamatan Grogol sebagian besar merupakan tanah Aluvial coklat kelabu terutama di dataran rendah sedangakn khusus di Desa Kalipang adalah tanah Mediteran merah coklat. Sedangkan curah hujan rata-rata 185.4 mm/bulan (tahun 2013). Suhu rata-rata di Grogol berkisar 23oC - 32oC, dengan kelembaban 49%-88%. Ketinggian tempat antara 150-850 m dpl. Penggunaan lahan di Grogol 1.350,85 ha sawah, 653,15 tegal, dan 713,36 ha pekarangan (tahun 2013)...... More 


BPP WATES
Hijrah dan Keberdayaan Kelembagaan Petani




Unsur-unsur penting bagi Penyuluh Pertanian / Kehutanan/ Perikanan / THLTB-PP untuk mengawal keberdayaan Kelembagaan Petani Pedesaan (Kelompok Petani, Kelompok wanita tani, Gabungan Kelompok Tani). Agar menjadi berdaya dan kuat, paling tidak ada 5 (lima) syarat harus terpenuhi bagi semua yang terlibat dalam penguatan kelembagaan Petani. Dan, kelima syarat itu berkumpul dalam sebuah induk kebangkitan, bernama HIJRAH.

Pertama,
keberdayaan Kelembagaan Petani membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar angan-angan. Dan, berbuat dalam kondisi keterpurukan menjadi modal besar yang membawa pada keberdayaan. Setidaknya, itulah yang bisa kita rekam dari aksi hijrah Rasulullah SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Hijrah mereka ibaratnya adalah terobosan besar bagi sebuah perubahan dari lemah menjadi kuat dan berdaya. Sebab, Allah SWT akan membukakan pintu peluang yang banyak menuju keberdayaan. (QS an-Nisa:100).
Kedua,
untuk menjadi Kelembagaan petani berdaya butuh perjuangan. Dan, hijrah adalah sebuah perjuangan. Tengoklah perjalanan hijrah Rasulullah SAW yang penuh dengan mara bahaya. Perjalanan yang mempertaruhkan jiwa raga. Namun, itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah keberdayaan yang diimpikannya di Madinah. Dalam Alquran, Allah SWT menggandengkan hijrah dengan jihad secara beriringan di banyak ayat, salah satunya surah al-Baqarah ayat 218.
Ketiga,
Keberdayaan Kelembagaan Petani juga menuntut adanya pengorbanan. Mereka kaum Muhajirin telah berkorban banyak demi hijrah ini. Mengorbankan harta, keluarga, kerabat, cinta tanah air, dan sebagainya. Sejarah mencatat bagaimana hijrahnya Shuhaib bin Sinan yang harus menebus dirinya dengan hartanya demi hijrah. Allah pun mengabadikannya dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 207.
Keempat,
agar Kelembagaan Petani berdaya kita harus bergerak. "Fil harakah barakah," dalam bergerak ada keberkahan. Bergerak berarti berusaha, berupaya sebagai wujud dari ikhtiar manusia. Itulah salah satu pelajaran penting dari hijrah Rasulullah SAW, yaitu al-akhdzu bil asbab.
Kelima,
Keberdayaan Kelembagaan Petani muncul dari keyakinan akan harapan dan masa depan gemilang. Inilah kekuatan optimisme dalam hidup. Tidak ada motivasi yang menggerakkan keberdayaan secara luar biasa selain himmah (tekad) dan cita-cita yang menggelora.
Semoga spirit hijrah di Tahun Baru 1437 H ini mampu membawa Kelompok tani / Wanita tani dan Gapoktan pada keberdayaan. Wallahu a’lam bishawab.

Strategi Tanam Pisang di Lahan Endemi Hama Uret


Pisang merupakan salah satu dari berbagai jenis buah-buahan tropis yang berada dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Syarat tumbuh yang toleran dalam lingkungan yang luas dan juga teknik budidaya yang relatif mudah membuat pisang banyak dibudidayakan. Baik di lahan sawah dan tegal bahkan di lahan pekarangan pun bisa tumbuh dengan baik. Seperti halnya, yang dilakukan pak Sayuti (70), petani asal dusun patilaler desa deyeng kec. Ringinrejo kab. Kediri, Jatim.

Sejak merintis usaha budidaya pisang 2 tahun lalu, pak Sayuti sekarang boleh dikatakan cukup sukses dalam usahanya. Minimal pendapatannya bertambah seiring makin banyaknya permintaan akan buah pisang, terutama pada bulan bulan tertentu khususnya musim hajatan (pernikahan) dan bahkan tidak jarang tidak mampu memenuhi permintaan konsumen. Menurutnya, dalam hal budidaya pisang yang dalam hal ini varietas ambon dan raja secara umum tidaklah begitu sulit. Akan tetapi menurut pak. Sayuti, khusus tanam pisang di lahan tegal ada hal-hal khusus yang harus di perhatikan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik..... More

Tidak ada komentar: