Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan Pertanian. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Cybex Day with BPP

BPP Pare
Wisata Petik Strawberry Lereng Gunung Kelud


Bertempat di lereng Gunung Kelud, tepatnya di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri area wisata ini terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Petugas Lingkup Pertanian Kecamatan Pare mengunjungi area wisata ini pada hari Kamis, 8 Oktober 2015. Dengan di pandu dan didampingi oleh salah seorang PPL dari BPP Kecamatan Ngancar, melihat-lihat secara langsung pengembangan kebun bibit dan buah strawberry dilahan Bapak Sarianto yang juga memiliki usaha pembuatan jamu instan.
Wisata Petik Strawberry di Kecamatan Ngancar sangatlah menyenangkan dan bisa dijadikan referensi tempat kunjungan wisata keluarga. Selain Wisata Petik milik Bapak Sarianto, melihat juga tempat yang lain diantaranya milik KWT "Kitri Lestari" Desa Sugihwaras yang dikembangkan melalui program KRPL.... More

BPP GROGOL
Budidaya Kedelai di Grogol


Syarat Tumbuh
  1. Tanah
    • Tanaman kedele dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik serta air yang cukup selama pertumbuhan tanaman.
    • Tanaman kedele dapat tumbuh baik pada tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol atau andosol. Pada tanah yang kurang subur (miskin unsur hara) dan jenis tanah podsolik merah-kuning, perlu diberi pupuk organik dan pengapuran.
  2. Iklim
    Kedele dapat tumbuh subur pada :
    • curah hujan optimal 100-200 mm/bulan. 
    • Temperatur 25-27 derajat Celcius dengan penyinaran penuh minimal 10 jam/hari. 
    • Tinggi tempat dari permukaan laut 0-900 m, dengan ketinggian optimal sekitar 600 m. 
  3. Air
    Curah hujan yang cukup selama pertumbuhan dan berkurang saat pembungaan dan menjelang pemasakan biji akan meningkatkan hasil kedele. 

KONDISI BIOFISIK GROGOL

Tanah di Kecamatan Grogol sebagian besar merupakan tanah Aluvial coklat kelabu terutama di dataran rendah sedangakn khusus di Desa Kalipang adalah tanah Mediteran merah coklat. Sedangkan curah hujan rata-rata 185.4 mm/bulan (tahun 2013). Suhu rata-rata di Grogol berkisar 23oC - 32oC, dengan kelembaban 49%-88%. Ketinggian tempat antara 150-850 m dpl. Penggunaan lahan di Grogol 1.350,85 ha sawah, 653,15 tegal, dan 713,36 ha pekarangan (tahun 2013)...... More 


BPP WATES
Hijrah dan Keberdayaan Kelembagaan Petani




Unsur-unsur penting bagi Penyuluh Pertanian / Kehutanan/ Perikanan / THLTB-PP untuk mengawal keberdayaan Kelembagaan Petani Pedesaan (Kelompok Petani, Kelompok wanita tani, Gabungan Kelompok Tani). Agar menjadi berdaya dan kuat, paling tidak ada 5 (lima) syarat harus terpenuhi bagi semua yang terlibat dalam penguatan kelembagaan Petani. Dan, kelima syarat itu berkumpul dalam sebuah induk kebangkitan, bernama HIJRAH.

Pertama,
keberdayaan Kelembagaan Petani membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar angan-angan. Dan, berbuat dalam kondisi keterpurukan menjadi modal besar yang membawa pada keberdayaan. Setidaknya, itulah yang bisa kita rekam dari aksi hijrah Rasulullah SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Hijrah mereka ibaratnya adalah terobosan besar bagi sebuah perubahan dari lemah menjadi kuat dan berdaya. Sebab, Allah SWT akan membukakan pintu peluang yang banyak menuju keberdayaan. (QS an-Nisa:100).
Kedua,
untuk menjadi Kelembagaan petani berdaya butuh perjuangan. Dan, hijrah adalah sebuah perjuangan. Tengoklah perjalanan hijrah Rasulullah SAW yang penuh dengan mara bahaya. Perjalanan yang mempertaruhkan jiwa raga. Namun, itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah keberdayaan yang diimpikannya di Madinah. Dalam Alquran, Allah SWT menggandengkan hijrah dengan jihad secara beriringan di banyak ayat, salah satunya surah al-Baqarah ayat 218.
Ketiga,
Keberdayaan Kelembagaan Petani juga menuntut adanya pengorbanan. Mereka kaum Muhajirin telah berkorban banyak demi hijrah ini. Mengorbankan harta, keluarga, kerabat, cinta tanah air, dan sebagainya. Sejarah mencatat bagaimana hijrahnya Shuhaib bin Sinan yang harus menebus dirinya dengan hartanya demi hijrah. Allah pun mengabadikannya dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 207.
Keempat,
agar Kelembagaan Petani berdaya kita harus bergerak. "Fil harakah barakah," dalam bergerak ada keberkahan. Bergerak berarti berusaha, berupaya sebagai wujud dari ikhtiar manusia. Itulah salah satu pelajaran penting dari hijrah Rasulullah SAW, yaitu al-akhdzu bil asbab.
Kelima,
Keberdayaan Kelembagaan Petani muncul dari keyakinan akan harapan dan masa depan gemilang. Inilah kekuatan optimisme dalam hidup. Tidak ada motivasi yang menggerakkan keberdayaan secara luar biasa selain himmah (tekad) dan cita-cita yang menggelora.
Semoga spirit hijrah di Tahun Baru 1437 H ini mampu membawa Kelompok tani / Wanita tani dan Gapoktan pada keberdayaan. Wallahu a’lam bishawab.

Strategi Tanam Pisang di Lahan Endemi Hama Uret


Pisang merupakan salah satu dari berbagai jenis buah-buahan tropis yang berada dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Syarat tumbuh yang toleran dalam lingkungan yang luas dan juga teknik budidaya yang relatif mudah membuat pisang banyak dibudidayakan. Baik di lahan sawah dan tegal bahkan di lahan pekarangan pun bisa tumbuh dengan baik. Seperti halnya, yang dilakukan pak Sayuti (70), petani asal dusun patilaler desa deyeng kec. Ringinrejo kab. Kediri, Jatim.

Sejak merintis usaha budidaya pisang 2 tahun lalu, pak Sayuti sekarang boleh dikatakan cukup sukses dalam usahanya. Minimal pendapatannya bertambah seiring makin banyaknya permintaan akan buah pisang, terutama pada bulan bulan tertentu khususnya musim hajatan (pernikahan) dan bahkan tidak jarang tidak mampu memenuhi permintaan konsumen. Menurutnya, dalam hal budidaya pisang yang dalam hal ini varietas ambon dan raja secara umum tidaklah begitu sulit. Akan tetapi menurut pak. Sayuti, khusus tanam pisang di lahan tegal ada hal-hal khusus yang harus di perhatikan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik..... More

Senin, 12 Oktober 2015

Bimbingan Teknik BKP3 : Budidaya Buah Alpukat


Bimbingan Teknik Budidaya Buah Alpukat
Tujuan memberikan bekal peserta sehingga mampu melakukan budidaya alpukat dengan produk berkwalitas tinggi.
Tempat : Besuki Mojo (6,7 Oktober 2015, peserta 40 orang petani dan petugas), BPP Ngancar (7,8 Oktober 2015, peserta 40 orang petani dan petugas).
Tempat kunjungan lapang dan praktek : Kebun bibit CV. Agro Utama Mandiri Lestari Ds. Mangunrejo Kec. Ngadiluwih.
Narasumber teknis :
Agus Puspito dan Tarwa Mustofa, SP. M.Agr.

Bimbingan teknik budidaya buah alpukat, Mojo (6,7,9 Oktober 2015)
Peserta antusias mengikuti sesi teori
Bimbingan teknik budidaya buah alpukat (Ngancar, 7,8,9 Oktober 2015)
Suasana di kelas bimbingan teknis Ngancar
Penjelasan menjelang parktek di kebun (Ngadiluwih, 9 Oktober 2015)
Praktek di Kebun bibit CV. Agro Utama Mandiri Lestari Ds. Mangunrejo Kec. Ngadiluwih
Pak Tarwo Mustofa memandu praktek budidaya alpukat

Cybex Day with BPP

BPP GROGOL
Integrated Farming System Training

Prasetyo Utomo pada Integrated Farming System Training
Pelatihan IFS berlangsung dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 19 September 2015 di Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu sebagai penyelenggara pelatihan. Peserta berasal dari Negara Gambia 3 orang, Sudan 3 orang, Mesir 3 orang dan Indonesia 21 Orang berasal dari 20 kabupaten di Pulau Jawa. Peserta dari luar negeri pada umumnya berprofesi sebagai peneliti di lembaga pemerintah dan universitas sekaligus penyuluh untuk hasil penelitiannya, hanya 1 orang dari Negara Gambia yang berprofesi sebagai penyuluh pertanian. Sedangkan peserta dari Indonesia berprofesi sebagai Penyuluh pertanian.  Selama pelatihan berlangsung diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. .....more

BPP GAMPENGREJO
Manfaatkan Lahan Bekas Tanaman Bengkoang untuk Budidaya Tanaman Kedelai
PPL setia mengawal Upsus Pajale

Program upsus PAJALE  khususnya komoditas tanaman kedelai di kelompok tani Dewi Sri II Dusun Kejuron Desa Plosorejo Kecamatan Gampengrejo, berjalan dengan lancar.  Program tersebut dilaksanakan pada awal bulan oktober, 
tetapi penanaman kedelai sudah mencapai  5 Ha.  Anggota kelompok tani sangat gembira sekali dengan program upsus tersebut, ini dikarenakan pada bulan oktober adalah saat musim panen tanaman bengkoang dimana setelah tanaman bengkoang petani rata – rata tidak melakukan usaha tani sa
mbil menunggu musim hujan datang untuk ditanami padi.... more


Monev dan Sosialisasi ePUPNS

Sekbad memberikan materi sosialisasi ePUPNS
Sesuai dengan isi berita nota dinas, maka hari ini rabu 7 oktober 2015 dilaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan penyuluhan di masing-masing balai penyuluhan pertanian se korwil Ngadiluwih yang dalam hal ini diikuti oleh BPP kec. Ngadiluwih, Ringinrejo, Kras dan Kandat. Berkaitan dengan hal tersebut juga diundang seluruh koordinator dan penyuluh pertanian baik yang berstatus PNS maupun THL TBPP. .... more

Top Working Tanaman Durian


Tehnik ini dilakukan untuk dapat menghasilkan buah yang berkualitas terhadap semua jenis tanaman buah

Mempunyai keuntungan : 
1. dapat dilakukan pada semua umur tanaman 
2. tanaman lebih cepat berbuah dibanding teknik lain 
3. nilai ekonomis meningkat shgga memperbaiki ekonomi masyarakat petani 
4. jenis buah sesuai keinginan kita 
5. berbuah lebih dari satu jenis ... more

Jumat, 11 September 2015

Cybex Day with BPP


BPP TAROKAN
Pengawalan Program Pajale

Kesuksesan terwujudnya Swasembada padi, jagung dan kedelai sangatlah dinanti oleh para pelaku utama dan pelaku usaha. Demi keberhasilan tersebut kelompok tani pelaksana program PAJALE lagi-lagi mendapatkan sarana produksi benih dan pupuk, di wilayah Tarokan sejumlah kelompok pelaksana  progam GP-PTT Jagung 8 kelompok tani , GP-PTT Kedelai 7 kelompok tani dan melalui keompok tani / Gapoktan dan Kelompok HIPPA sebagai pelaksana Progam Perbaikan irigasi ikut mensukseskan Swasembada Padi sejumlah 4 unit tersebar di beberapa desa, dengan mendapat batuan sarana prasarana produksi budidaya tanaman padi.

BPP RINGINREJO
Pertemuan Evaluasi Blok Penghasil Tinggi Tanaman Kelapa


Benih adalah salah satu sarana penting dalam aspek budidaya tanaman yang memiliki peranan yang sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu hasil serta sebagai Carrier Technology, maka kebun-kebun sumber benih yang dibangun baik berupa Kebun Induk (KI) ataupun Blok Penghasil Tinggi (BPT) haruslah benar-benar mampu menjamin tersedianya benih unggul bermutu secara memadai dan berkesinambungan serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar teknis dan peraturan perbenihan.
            Menindaklanjuti hal tersebut di atas maka UPT Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih-Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, menyelenggarakan kegiatan pertemuan evaluasi blok penghasil tinggi tanaman kelapa yang di ikuti oleh kelompok tani, petugas teknis kabupaten, dan penangkar benih kelapa se jawa timur. Acara ini dilaksanakan di aula hotel Yusron kabupaten Jombang pada 25-26 agustus 2015.
              Pada kesempatan tersebut, dinas kehutanan dan perkebunan kabupaten kediri mengundang dua kelompok tani, yaitu kelompok tani gemah ripah dan among tani desa Susuhbango kecamatan Ringinrejo hadir sebagai peserta, dalam hal ini diwakili oleh pengurus masing-masing kelompok yang sekaligus didampingi oleh petugas/pendamping kelompok tani, yang dalam hal ini penyuluh pertanian saudara heri prasetyo, SP. Adapun materi pada kegiatan tersebut adalah pemberdayaan asosiasi/ kelompok tani, syarat teknis penilaian/evaluasi blok penghasil tinggi kelapa, pengendalian hama dan penyakit tanaman serta skim pembiayaan sektor perkebunan dengan bunga rendah, yakni 6% per tahun.

BPP PURWOASRI
Corn Expo

Camat Purwoasri (Dua dari kiri) dan Kepala Desa Bulu (Paling Kiri) sedang melihat lokasi Corn Expo.
Pada musim tanam jagung tahun 2015 ini penyakit bulai menjadi kendala besar bagi petani dalam budidaya tanaman jagung. Untuk memberikan edukasi bagi petani di wilayah Kecamatan Purowasri, PT. Bayer Indonesia bekerjasama dengan BPP Purwoasri mengadakan Corn Expo pada tanggal 26 Agustus 2015 bertempat di Lapangan Desa Bulu Kecamatan Purwoasri.
Pada Corn Expo ini diberikan penjelasan tentang budidaya tanaman jagung yang baik dan aman mulai dari perlakuan benih (seed treadment) untuk mencegah penyakit bulai dan hama lalat bibit, penggunaan herbisida, insektisida dan fungisida yang aman dan efisien. Selain itu petani diajak kunjungan lapang untuk melihat langsung dan membandingkan keadaan tanaman dengan perlakuan dari PT. Bayer Indonesia dan tanaman kontrol setelah itu petani diajak berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi ketika melakukan budidaya jagung.
Setelah mengikuti Corn Expo ini diharapkan petani mengetahui dan mempraktekkan budidaya jagung yang baik, aman dan bebas dari bulai sehingga dapat berkontribusi dalam mendukung swasembada jagung nasional.

BPP PLEMAHAN
Kunjungan Kel. Tani Jati Makmur Ds. Payaman ke Pembibitan Mentimun Milik PT BISI di Blitar


Rabu, 26 Agutus 2015 kel. Tani Jati Makmur Ds. Payaman melakukan kunjungan lapang ke Pembenihan Mentimun milik PT BISI yang berada di Blitar yang selanjutnya akan membangun kerjasama kemitraan 

Pembinaan Kelompok Tani di Wilayah BPP Kecamatan Pare



 Dalam rangka mendukung program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE), BPP Kecamatan Pare bersama Camat Pare, Mantri Tani dan Babinsa serta Pendamping dari perguruan tinggi untuk melaksanakan sosialisasi, pendampingan, dan pembinaan kepada petani di wilayah kelompok tani. Selama akhir bulan Juli hingga bulan Agustus tahun 2015  ini kegiatan pembinaan  yang telah dilakukan diantaranya adalah :

  • Sosialisasi Program Optimasi Lahan dalam rangka mendukung produksi jagung melalui APBNP 2015 di empat kelompok tani, yaitu : Poktan "Tani Maju II" Dusun Tempuran Desa Pelem (5 Agustus 2015), Poktan "Bahagia" Dusun Suwaluh Desa Sambirejo (6 Agustus 2015), Poktan "Subur Makmur" Dusun Tegalsari Desa Tulungrejo (13 Agustus 2015) dan Poktan "Tawang Sari" Dusun Tawang Desa Sumberbendo (20 Agustus 2015).
  •  Pendampingan GP-PTT Jagung Tahun 2015 di Poktan "Suka Usaha" Dusun Sambirejo Desa Sambirejo (30 Juli 2015), Poktan "Tani Rukun" Dusun Mojolegi Desa Bendo (15 Agustus 2015), dan Poktan "Karya Bakti" Dusun Mulyoasri Desa Tulungrejo (26 Agustus 2015).

 Selain pembinaan kepada kelompok tani pelaksana program, juga tetap dilaksanakan kegiatan penyuluhan kepada kelompok tani yang belum menerima bantuan program. Pembinaan tersebut dilakukan melalui metode Latihan dan Kunjungan serta petak percontohan di kelompok tani. 

Kerja Bakti Memperbaiki Jaringan Irigasi dan Jalan Usaha Tani


Kandangan, Juli 2015. Beberapa sarana prasarana usahatani yang kadangkala terabaikan adalah saluran irigasi dan jalan usaha tani yang tidak terawat dengan baik, padahal sarana saluran irigasi dan akses jalan usahatani tersebut adalah juga sangat penting/vital. karena berkaitan erat dengan pengairan dalam budidaya tanaman dan pengangkutan hasil panen. Oleh karena itu sangatlah perlu dan segera dimulai untuk dilakukan survey terhadap 2 hal tersebut di wilayah-wilayah poktan guna dilakukan

Senin, 22 Juni 2015

Pelatihan Akses Informasi dan Komunikasi


Pelatihan Akses Informasi dan Komunikasi dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Juni 2015 mulai pukul 12.00 sampai pukul 15.30 diikuti oleh 30 petugas PPL/THLTB-PP di ruang pertemuan BKP3 Jl. Penanggungan no 12 Kediri. Pemateri tunggal Ibu Risna Palupi, SKom, pada kesempatan ini memaparkan seluk beluk instagram sebagai sarana informasi - komunikasi penyuluhan pertanian. Beberapa peserta yang sudah mempunyai perangkat berupa handphone yang mendukung langsung mempraktekkan materi pelatihan dengan cara membuka akun dan mengunggah foto. Pada kesempatan ini juga semua peserta difasilitasi paket pulsa gratis sebulan. 

Baca juga :

Rabu, 27 Mei 2015

Studi Banding ke Kebun Stroberi Magelang

Lokasi Studi Banding di Agrowisata Petik Sendiri "INGGIT STROBERI" Jl. Ketep - Kopeng KM 1 Banyuroto Sawangan dan Kebun Sayur "MUTIARA ORGANIK" Dsn. Kenteng Ds. Sumberejo Kec. Ngablak Kab. Magelang. Waktu : 20 - 21 Mei 2015. Peserta : 35 orang petani dan petugas Kec. Mojo dan Kec. Ngancar. (Fotografer : Adik Budi BKP3)
Agrowisata Stroberi Petik Sendiri
Peserta sedang mendengarkan penjelasan teknis budidaya stroberi
Bapak Suyanto (Kepala Kebun Inggit Stroberi) menerima peserta studi banding
Peserta studi banding mendapat 1 paket stoberi segar
Stroberi tumbuh subur di kaki gunung Merapi (Ketinggian 1200 mdpl, RH 59 %, Suhu 24 oC)
Peserta studi banding berfoto bersama dengan Pengurus Poktan "Mutiara Organik"
Di tengah kebun sayur organik

Rabu, 11 Februari 2015

MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN



Media Penyuluhan Pertanian adalah segala bentuk benda yang berisi pesan atau informasi yang dapat membantu kegiatan peyuluhan pertanian. Media penyuluhan pertanian berguna untuk mengefektifkan komunikasi antara sumber informasi dan peneima informasi.
Dalam kegiatan penyuluhan, penyampaian informasi dengan kata-kata tidak selalu dapat dimengerti, diperlukan media untuk membantunya.
Media Penyuluhan Pertanian disebut juga sebagai alat bantu penyuluhan pertanian yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa dan dicium dengan maksud untuk memperlancar komunikasi.
Landasan teoritis pentingnya penggunaan media penyuluhan pertanian adalah :
1.      Peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku petani merupakan hasil suatu proses belajar dalam kegiatan penyuluhan pertanian, yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh efektivitas media penyuluhan pertanian.
2.      Efektivitas penggunaan media penyuluhan pertanian sangat ditentukan oleh banyaknya indera penerimaan yang terlibat. Semakin banyak indera yang digunakan, penyampaian pesan penyuluhan pertanian semakin mudah dimengerti.
Table dibawah ini menunjukkan perbedaan penerimaan materi penyuluhan dengan menggunakan berbagai indera.


Cara Penerimaan
Informasi yang diingat setelah 3 hari
-        Hanya mendengar
-        Hanya melihat
-        Mendengar dan melihat
-        Mendengar, melihat dan mengerjakan
10%
20%
40%
70%

Ada beberbagai penggolongan media penyuluhan, salah satunya yang didasarkan pada bentuk fisiknya :
1.    Media cetak
2.    Media foto
3.    Media slide dan film
4.    Media rekaman
5.    Media peraga
6.    Media internet
Masing-masing golongan itu mempunyai keunggulan dan kelemahan serta karakteristik yang berbeda.
Manfaat media penyuluhan pertanian, antara lain :
1.    Menghindarkan salah tafsir ( salah pengertian)
2.    Memberi  informasi yang lebih jelas, lebih mudah ditangkap dan lebih mudah diingat.
3.    Membangkitkan keinginan, minat, motivasi serta rangsangan untuk mengadofsi pesan yang disampaikan .
4.    Membantu memusatkan perhatian, meningktakan pengertian dan pemahaman pesan yang disampaikan.
5.    Membantu keberhasilan penyuluhan pertanian  dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani.

BALIHO (BILLBOARD)

PENGERTIAN
Baliho (billboard) adalah suatu papan berukuran besra, berisi pesan atau informasi gambar dan kata-kata dipasang di tempat terbuka agar dapat terlihat oleh masyarakat luas.

TUJUAN

a.       Untuk memberitahu tentang sesuatu hal baru atau tentang suatu acara / kegiatan
b.      Untuk mengingatkan tentang suatu kegiatan, suatu peristiwa atau suatu program
c.       Untuk ajakan berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang berkaitan dengan pertanian, sehingga tergugah perasaan dan tumbuh partisifasi dalam menyukseskan program

SASARAN
Masyarakat Umum

KEUNGGULAN
v  Dapat terlihat dengan jelas dari jarak jauh
v  Mampu menjangkau sasaran luas dalam waktu singkat
v  Dapat menumbuhkan rasa kagum dan kebanggaan


KELEMAHAN
v  Diperlukan keahlian untuk membuatnya
v  Biayanya besar
STANDAR TEKNIS
·         BAHAN
-        Papan, multiplex, seng atau kain tebal yang kuat bila dibetangkan
·         UKURAN
-        Minimal 1,2 x 2,4 meter
·         ISI
-        Satu tulian atau tulisan yang dominan dengan sedikit gambar
-        Tulisan dapat terbaca dari jarak jauh ( 25-30 m).
PENGGUNAAN
Dipasang ditepi jalan, di persimpangan atau di lapagan upacara bila ada acara. Pemasangan ditempat umum, harus ada ijin dari pihak-pihak yang berwenang.
(Standar Teknis Media Penyuluhan Pertanian, BPPSDM,Kementan)

  Baca Juga :